Jumat, 18 Oktober 2013

                                                            Feel The Togetherness

                Depok, (18/10) magangers P dan K rabid dengan kakak-kakak P dan K yang lain. Sore jam 15.45 WIB di gedung C RIK. Ada yang beda roman-romannya nich,, kenapa? Karena kakak P dan K  yang datang lebih banyak daripada pertemuan pertama kalinya. Seperti biasa kami duduknya selang-seling, yaitu magangers-kakak P dan K, begitu seterusnya.

              Pertemuan di sore itu dibuka dengan membaca doa sesuai dengan keyakinan masing-masing. Terus dilanjutkan dengan makan-makan tuk sejenak. para kakak P dan K ternyata sudah menyiapkan donat Jacko buat sore itu. Dengan perasaan canggung dan sedikit malu-malu, kami para magangers mengambil donat yang sudah disuguhkan. Taulah, jacko banyak varian macem rasa dan penampilan, yang eye catching. Jadi kalapkan semua serba menggiurkan. Namun pilihanku jatuh pada sebuah donat yang diatasnya ada selai blueberry dan parutan coklat putihnya. Terlintas kayaknya bakalan ada sesuatu di balik kenikmatan donat yang ku makan itu. Ternyata benar, memang ada yaitu ada krim di dalam donat itu yang krimnya rasa durian. Oooh God, aku gak suka durian tapi bagaimana lagi, masak iya q muntahin dan q gak makan. Untuk menjaga perasaan magangers dan kakak-kakak P dan k, aku teruskan saja makan donat pilihanku sedikit demi sedikit.



           Setelah makan-makan, kami ditanyain kabar satu-satu, cara menjawabnya dengan 4 kata. Waktu giliranku ditangya bagaimana kabarku, jawabanku “ I Miss My Mom”. Setelah semua ditanya kabarnya, kami para magangers dibagi-bagi menjadi sister, dan aku menjadi sisternya kak Rara. Dibentuknya sister itu agar magangers dengan sisternya bisa saling share, kalau ada sisternya gak datang pada suatu kesempatan maka sister satunya harus tau dia kemana, ada urusan apa dsb. Lalu, kami ditanya apa alasan kami milih P dan K.

               Tibalah pada ulasan inti, tujuan kakak-kakak P dan K sore itu ngumpulin kami semua untuk membantu membicarakan tugas-tugas magangers. Disitu kak Tari sedikit cerita kalau PHE proposalnya sudah diterima oleh Kemenkes dan lolos, namun PHE lagi butuh dana. Kami juga waktu itu wawancara kak Panji dan kak Manda tentang P dan K. Perbincangan sangat asyik dan seru, serasa sudah punya keterkaitan dengan P dan K. Pertemuan sore itu harus usai karena sudah memasuki waktu shalat maghrib,  namun para magangers masih belum beranjak dari tempat duduknya dengan alasan masih ingin berembuk tentang buku magang dan membagi-bagi tugas untuk tiap orangnya. Oya satu hal, sore itu acara kumpulnya P dan K bentrok dengan pleno Bakpao, tapi kami para magangers diminta untuk ijin untuk tidak datang oleh kak Yuris. Kamipun meminta ijin kepada Pj bakpao yakni kak riza, dan Alhamdulillah diijinkan.  Aku masih jadi magangers aja, sudah kerasan di P dan K ^^.


                                                OURPLANE, Be A Crazy Leader
               Kamis, 17 Oktober  2013 @ K.C. 301. Pukul 16.00 s/d 18.00 WIB. Telah berlangsung perlehatan ourplane yang pertama, yang diadakan oleh PSDM BEM FKM UI 2013. Pertama mungkin terlintas dalam benak kita apa sich ourplane itu?. “ pesawat kita” jawabannya bukan. Ourplane itu memiliki kepanjangan tersendiri yakni our . Acara ourplane sore itu dimulai tidak tepat waktu yang sudah ditentukan. Banyak anak magangers BEM FKM 2013 yang telat datang,, entah apa alsannya. Mungkin ada yang telat karena masih shalat, ada yang masih ngerjain tugas atau mungkin juga masih isi perut karena belum makan siang gara-gara ada pleno komkes .  Wallahualam bisawwaf, hanya mereka dan Allah SWT yang tau.



              Registrasi ourplane dibuka dari pukul 15.45 WIB, pas regist panitia memberikan beberapa permen blaster. Lumayanlah buat dikunyah-kunyah. Ourplane WAJIB bagi para magangers BEM FKM UI 2013, tapi dianjurkan bagi yang magang bukan di BEM. Ada sebagian magangers selain BEM yang hadir diantaranya, Nurani, Pasatwa, Trotoar, Kopma, MPM dll. Ada dua pembicara pada acara ourplane tersebut, yaitu ada kak Fandy Rachman sang pencipta lagu “Menerjang Badai” yang menjadi lagu penggetar, penyemangat dan identitas FKm dari fakultas lain. Kronologi singkat sebelum adanya lagu itu, FKm dalam tiap ada event seperti OIM dll, para suporternya hanya meneriakkan “Dumpak dung dung F, Dumpak dung dung K, Dumpak dung dung M” itupun para suporternya menggunkan alat-alat ala kadarnya seperti rebana dan gallon. Miris banget terlepas dari itu FKm juga superternya waktu dikit banget, dibandingkan dengan fakultas lain yang sudah punya lagu sendiri dan supporter yang berjibun buat nyemangatin para kontingennya.

               Perubahan itu perlu, pelan tapi pasti FKM bangkit dari keterpurukan. Lewat tangan dingin kak Fandy Rachman terciptalah lagu menerjang badai yang kita nyanyikan acap kali FKM berlaga. Pembicara kedua yaitu Kak Suzi, perempuan berparas cantik yang pada masanya menjadi PM FKM Peduli, dia menceritakan sedikit bagaimana dulu keadaan FKM dan bagaimana acara FKM peduli yang ia pegang.

Ia juga menceritakan pertama kalinya FKm menjadi juara 1 parade yang hanya terdiri dari 20 orang sedangkan fakultas lain ada yang mengirim sampai 100 orang. Pengakuan dari kak suzi bahwa ia dulu sangat maruk berorganisasi, banyak organisai yang ia ikuti. Pertama kali waktu masih menjadi maba ia magang di kastrat BEM FKM bersama kak Fandy. Dari kastrat itulah ia mulai mencintai organisasi.

Terakhir pesan dari kak Suzi aktiflah berorganisasi, gak ada ruginya aktif dalam organisasi karena itu akan sangat membantu dalam dunia kerja nantinya.
Kedua pembicara yang super, diimbangi dengan moderator kak Daro yang sangat kocak, sehingga suasana ourplane menjadi hidup dan berwarna. Masih ada Ourplane kedua dan ketiga, jadi tunggu ya cerita-ceritanya, mungkin di Ourplane yang berikutnya pembicaranya lebih dan lebih lagi. Nah, sampai disini dulu ceritaku, apa ceritamu ? ^_^


Minggu, 13 Oktober 2013

                                                        A Part Of Moment With P and K
9 oktober 2013 @ Balairung
Rabu (09/10), kontingen FKM di OIm UI sedang berusaha untuk melawan kandidat-kandidat OIM lainnya dalam OIM Quiz. Hari itu saya ada pelajaran IBD dan praktikumnya sampai jam 16.00 WIB. Setelah itu kumpul kisi sebentar. Selasa malam saya dapat sms jarkom dari kak Tari dan kak Yuris kalau hari rabu jam 14.00 – 18.00 WIB. Rabu itu saya kelabakan karena banyak agenda yang harus saya hadiri. Dilemma banget, tapi untung gak sampai sesar fikir kayak di pelajran MPKT A . Semaksimal mungkin saya mengatur waktu saya sedemikian rupa agar semua agenda dapat saya hadiri.

Terlintas dalam fikiran saya pada waktu kisi terfokus dengan OIm Quiz, seperti apa ya kuisnya. Gimana serunya para supporter FKM UI. Selesai kisi saya langsung bergegas ke Balairung. Tiba disana sudah terdapat banyak orang yang mendukung para perwakilan fakultas mereka. Suasana riuh, ramai, bergemuruh terdengar dalam kuis itu. Kesan pertama yang saya dapat yakni suasana pertarungan terasa sekali disana, kekompakan para supporter juga tak kalah serunya. Tapi tak serame pada saat saya simulasi aksi (lihat gambar 1.1). tapi taka pa yang saya cintai dan banggakan dari FKM UI karena kekompakannya dalm setiap event  yang mana FKM selalu ikut andil,, disitu banyak pula pendukung dari anak FKM_nya dengan bendara makara ungu di tangan.




Greget dech saat pertanyaan dilontarkan oleh Mc kalau saya tahu jawabannya saya tahu saat pertanyaan bertingkat. Pengen bantu kontingen FKM ngejawabnya tapi saya gak bisa berbuat apa-apa. Selain dengan member dukungan terbaik saya kepada perwakilan FKM. Unfortunately, saya tak bisa melihat OIM Quiz sampai selesai dikarenakan saya ada kumpul paguyuban “SAKERA” yang tak bisa saya tinggalkan karena saat itu akan dipilihnya pengurus baru.
saya tinggalkan Balairung dengan langkah berat, dengan berdoa sebelumnya semoga FKM Menang dalam Oim Quiz ini. Dan sampai saya dengar berita baik dari kakak kelas paguyuban saya yang sama-sama FKM juga, tepatnya dia juga lihta Oim FKM sore itu juga yaitu mas Edwin. Dia juga menjadi kontingen FKM OIM UI bidang sosial project. Dia bilang kalau FKM menang dalam OIM Quiz tadi. Senangnya bukan main kala mendengar itu.  

tulisan_Ku


My Little Beloved Thing, I Called P and K FKM UI
7 Oktober 2013 @ gedung Kc. 301 RIK .
    Ada apa ya di hari itu ?. it’s awesome day that I had ever. Kenapa ya ? jadi kepo kan. Hari senin (07/10) gue dapet jarkom dari SGD kalau hari itu jam 15.45 WIB ada prolog magang. Otomatis itu sekaligus pengumuman saya magang di LK mana. Sedikit sharing aja ya, pilihan pertamaku itu BEM bidang P dan K, pilihan kedua Nurani, dan pilihan terakhir yakni Pasatwa.
    Kak Niken, selaku PJ Magang Okk IM FKM UI memberikan beberapa penjelasan, mengenai apa itu magang, tugas-tugasa individu dan kelopmpok yang harus dikerjakan selama magang berlangsung, dan sanksi-sanksi apa yang akan didapat kalau salah satu tugas itu tidak dikerjakan. Tiba pada acara yang ditunggu-tunggu oleh maba, yaitu pengumuman magang. How lucky I am, saya dapat magang di BEM bidang P dan K. Sesuai dengan apa yang diharapkan. Sebelum pengumuman, prolog magang dibuka dengan talkshow dengan dua pembicara mahasiswa FKm yang berpengalaman di bidangnya. Mereka share waktu mereka jadi maba dulu, mengapa harus magang, alsan mengapa mereka begitu mencintai FKM dan berorganisasi. Talkshow sore itu berjalan dengan lancsr, dan antusias maba terlihat dengan keaktifan mereka dalam melontarkan beberapa pertanyaan kepada kedua pembicara.
    Terlepas dari itu semua, alasan kenapa saya memilih bidang P dan K karena saya ingin memperdalam keilmuan saya dan tertarik dengan proker-proker P dan K yang menurut saya sangat bagus dan bermanfaat bagi seorang maba yang ingin berprestasi. Selain itu karena keinginan saya yang ingin menjadi kontingen OIM FKM UI tahun berikutnya. Because we’re FKM UI and we’re unbreakable (lihat gambar dibawah ini).






    Setelah pengumuman, kami kelompok magangers P dan k yang terpilih berkumpul dengan pengurus P dan K. Disitu kami berkenalan satu dengan yang lain, perbincangan yang ringan tapi menyenangkan. Karena waktu itu masuk waktu shalat maghrib kami shalat maghrib terlebih dahulu. Dengan kesepakatan setelah shalat maghrib kami berkumpul kembali di Gd. A untuk berkenalan lebih lanjut sekaligus melihat kak yuris selaku Pj maganger P dan K mempersentasikan Essaynya yang berjudul “One Day No Rice” keesokan harinya di OIM UI. Persentasi yang disajikan begitu bagus dan perfect, gak ada celanya baik dalam slidenya dan persentasi yang disampaikan. Informasi yang kami dapat disertai dengan data-data yang nyata. Malam itu, saya banyak mendapat pengetahuan yang baru bagaimana persentasi yang benar dan bagaimana menyajikan persentasi itu sendiri. Serta bagaimana menulis essay yang baik dan benar. 

Minggu, 28 Juli 2013

Tugas Okk


Paradigma Budaya Indonesia Di Mata Dunia
Indonesia,mungkin pertama kali yang terbayang dalam benak kita saat mendengar kata itu adalah negara yang tersohor dengan keindahan alamnya. Terlepas dari itu semua Negara Indonesia, yang menjadi salah satu anggota ASEAN ini merupakan Negara seribu pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, tersusun atas gugusan pulau – pulau besar dan pulau – pulau kecil. Indonesia kaya akan budaya, adat – istiadat, hasil buminya (seperti rempah – rempah)  dan keindahan alamnya. Setiap daerah di Indonesia mempunyai budayanya sendiri, sehingga tak heran kita jumpai keunikan tersendiri acap kali kita mengunjungi suatu daerah di Indonesia. Itulah yang membedakan Indonesia dengan negara lainnya. Budaya itulah yang menjadi identitas Indonesia di kancah Internasional.
Budaya gotong – royong yang dimiliki masyarakat Indonesia sejak dulu kala dan keramahan pendduduknya menjadi hal tersendiri yang menarik bagi warga luar yang berkunjung ke Indonesia. Indonesia kaya akan budaya – budaya tradisionalnya seperti : budaya musik tradisional, budaya tari – tari tradisional daerah, baju – baju adat yang dimiliki dll. Semua budaya itulah menjadi penegasan “Ini loh Indonesia”. Seiring berjalannya waktu, banyak kebudayaan Indonesia yang diakui oleh negara – negara lain, khususnya negara tetangga. Mereka mengklaim bahwa beberapa kebudayaan dimiliki Indonesia adalah milik mereka. Bahkan mereka tak segan – segan menyebar luaskan pengakuan atas beberapa budaya Indonesia di media massa online maupun offline. Hal ini tentu meresahkan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat daerah yang kebudayaannya itu diakui oleh pihak lain.
Kurang tegasnya pengukuhan dan bukti otentik dari suatu pihak dunia ( khusunya PBB) inilah yang menyebabkan diakuinya kebudayaan suatu negara oleh negara lain. Melihat paradigm ini, yang mana budaya – budaya Indonesia terancam oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab, pihak Indonesia naik pitam. Kebudayaan yang selama ini mereka jaga dengan sebaik mungkin yang diwariskan oleh nenek moyang mereka diusik keberadaannya atau diambil alih. Contohnya : beberapa lagu milik Indonesia yang diakui oleh Malaysia. Tidak tinggal diamnya Indonesia karena kekeyaan budayanya diusik oleh pihak lain. Berbagai carapun ditempuh untuk mempertahankan  aset berharga mereka. Salah satunya dengan meminta bantuan kepada PBB, yang biasa menangani masalah ini.
Alhasil, setelah melalui proses yang alot Indonesia tetap menjadi pemilik dari budaya – budaya yang diakui negara tetangga diatas. Agar tidak terjadi hal tersebut lagi, semua budaya – budaya yang dimiliki Indonesia dikukuhkan dan diperjelas dengan bukti – bukti otentik dan legal berupa berkas – berkas, baik dari pihak Indonesianya sendiri serta oleh lembaga Internasional (PBB). Budaya – budaya yang dimiliki Indonesia ini tak bernilai harganya. Budaya yang menjadi identitas negara Indonesia di kancah dunia. Kita patut berbangga hati menjadi bagian dari negara Indonesia. Tugas kita sebagai warga negara yang baik harus berkolaborasi dengan pemerintah / bekerja sama dalam melestarikan budaya – budaya Indonesia. Karena kemanapun kita pergi, budaya inilah yang akan kita bawa. Bagi golongan pemuda – pemudi Indonesia jangan sampai terpengaruh dengan budaya luar yang kebanyakan bertentangan dengan norma dan nilai yang kita punya. Golongan pemuda – pemudi inilah yang akan mempertahankan budaya – budaya Indonesia agar tidak hilang oleh perkembangan zaman. Kalau bukan kita, siapa lagi?.
Dengan esensi budaya – budaya asli Indonesia tersebut tidak diubah,diselipi atau dimidifikasi. Agar makna dan isi yang terkandung didalamnya tidak mengalami perubahan atau tetap terjamin keasliannya. Demi mempertahankan keeksistensinya di negara luar, kita jangan mencampur adukkan budaya – budaya kita dengan budaya luar. Karena apa? Hal inilah yang apabila terjadi, kebudayaan Indonesia akan hilang secara perlahan namun pasti. Terlepas dari itu semua kita beralih pada budaya Indonesia yang paling penting diantara budaya – budayanya yang lain yaitu Bahasa Indonesia itu sendiri yang terancam punah tergerus oleh zaman.
Pernahkah Anda terpikir suatu saat bahasa daerah anda tak lagi dituturkan oleh generasi-generasi selanjutnya? Cukup mengerikan bukan? Kekayaan bahasa yang luar biasa di Indonesia saat ini patut dijaga kelestariannya. Bangsa Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki banyak bahasa. Saat ini terdapat 2500 bahasa di dunia yang terancam punah, lebih dari seratus bahasa daerah yang terancam itu terdapat di Indonesia. Budaya lain misal musyawarah Ini sih Indonesia banget! Dulu citra bangsa kita identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.


Satu lagi budaya yang udah jarang ditemuin khususnya di kota-kota besar semisal Jakarta yaitu gotong royong. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri. Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.
Dan budaya yang terakhir “Itu bukan urusan gue!“, “emang gue pikiran“, Whats up bro? Ada apa dengan kalian? Hayoolah kita sebagai generasi muda mulai menimbulkan lagi rasa simpati dengan membantu seksama, karena dengan kebiasaann seperti inilah bangsa kita bisa merdeka saat masa penjajahan, ga ada tuh perasaan curiga, dan dulu persatuan kita kuat.




By : Yunita Rosadi